Login Member
Username:
Password :
Agenda
21 September 2014
M
S
S
R
K
J
S
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11

  SMA Negeri 2 Amlapura menerima siswa baru mulai tahun ajaran 1983/1984 dan SK berdirinya turun  pada  tanggal 9 Nopember 1983. Diatas hamparan tanah seluas 16.800  m2, di tengah kota Amlapura jalan Untung Surapati dusun janggapati, kelurahan subagan, Kecamatan Karangasem. Kondisinya sangat gersang dan kering  karena tanahnya berpasir dan berbatuan  yang berasal dari sisa lahar  letusan gunung agung tahun 1963. Sebagai Pjs Kepala Sekolah waktu itu adalah Ida Bagus Pidada, BA dengan SK Pengangkatan secara difinitip sebagai Kepala Sekolah pada tahun 1984. Dibantu oleh para wakasek antara lain I Nengah Dada,BSc sebagai waka Sarana prasarana, I Wayan Brati Sunarta BA sebagai Waka Kesiswaan, I Ketut Suantara, BA  sebagai Waka Humas dan  I Made Pasek Greria, BA sebagai waka Kurikulum, dan KTU nya adalah Ida Ayu Astiani

Tidak berselang beberapa tahun tepatnya tahun 1985, Ida Bgs Pidada, BA diangkat sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karangasem, sehingga posisi kepala sekolah digantikan  oleh I Made Pasek Geria, BA. Sebagai kepala sekolah ke II mulai tangal 29 Oktober 1986, dibantu oleh empat wakil kepala sekolah dengan melakukam penggantian  wakasek antara lain Wakasek kesiswaan diganti oleh Drs. I Gede Kertiyasa; Wakasek Humas Diganti oleh Drs. I Made Marta;Wakasek  Kurikulum oleh Drs. I Gede Pegeg Sudarsana; Wakasek Sarana I Made Sender BA. Sebagai  KTU masih tetap dijabat oleh Ida Ayu Astiani. Cukup lama I Made Pasek Geria, SPd menjadi kepala SMAN 2 Amlapura, Akhirrnya tanggal 5 Nopember 1993, dipromosikan  menjadi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karangasem.

Dari tanggal 27 mei 1994 sampai 18 Oktober 2000 diangkatlah Drs I Ketut Merta menjadi Kepala SMA Negeri 2 Amlapura yang ke III, pengganti I Made Pasek Geria, SPd. Semua wakasek diganti, karena kebetulan semua wakasek yang lama sudah dipromosikan menjadi Kepala Sekolah di sekolah lain. Ke empat wakaseknya adalah :  Drs. I Made Puri Swastika sebagai Wakasek Kurikulum dengan Asistennya  Drs. I Gede Ariyasa ; I Ketut Oka Arianta, BA sebagai Wakasek Humas dengan asistennya Drs. I Ketut Sudana yang aktif hanya satu tahun karena promosi menjadi Kepala Sekolah di  sekolah lain akhirnya diganti oleh Drs. I Nyoman Sutama B; Dra. Ni Nyoman Rai Sudiasih sebagai wakasek sarana dengan asisten Dra Ni Ketut Suarni; Wakasek Kesiswaan adalah I Nyoman Sutama A dengan asisten Drs. I Gst Ngurah Sudirga.

Belum beberapa lama menjadi keapala sekolah sudah ada peristiwa Banjir  tahun 1994 yang menghancurkan  hampir 50% sekolah terutama tembok dan halaman sekolah. Banyak peristiwa telah terjadi,  namun disisi lain banyak prestasi yang diraih. Semasa kepemimpinan Drs I Ketut Merta SMA Negeri 2 Amlapura berhasil meraih juara I  dalam lomba Wawasan Wiyata Mandala Tingkat Nasional. Dua Tahun kemudian tepatnya tahun 1999 SMA Negeri 2 Amlapura ditunjuk sebagai sekolah Unggulan Kabupaten Karangasem dengan sistem penerimaan siswa melalui Tes Potensi Akademik (TPA). Sungguh luar biasa di usia sekolah baru berumur 16 tahun banyak prestasi telah diperoleh, baik prestasi akademik maupun non akademik. Hal ini berkat usaha yang keras guru dan pegawai serta siswa yang ingin diajak terus maju meraih kesuksesan. Ibarat gadis belia yang cantik akhinya banyak yang melirik dan tertarik pada SMA Negeri 2 Amlapura. Pada masa ini pula telah berhasil menambah halaman sekolah dengan membeli tanah sawah di sebelah barat sekolah seluas 1800 m2, sehingga luas sekolah  bertambah menjadi 18.600 m2.

Karena Drs I Ketut Merta memasuki masa pensiun ditahun 2000, maka pada tanggal 18 oktober 2000, diangkatlah  Drs I Made Puri Swastika menjadi Kepala SMA Negeri 2 Amlapura yang ke IV,  dengan  Staf Wakaseknya antara lain : Wakasek Kurikulum adalah Drs. I Gede Ariyasa, dibantu oleh Drs I Nengah Sueca; Wakasek Humas adalah I Ketut Oka Ariyanta, BA dibantu Oleh Drs. I Nyoman Sutama B; Wakasek Sarana adalah Drs. I Nengah Tirta dibantu oleh I Nengah Oka SPd; Wakasek Kesiswaan adalah Drs I Gst Ngurah Sudirga dibantu oleh Drs. I Putu Astika.  Bertambah lagi prestasi yang diraih terutama dibidang Akademik. Salah seorang siswa yang bernama I Nyoman Sukadana, anak seorang petani miskin dari desa Selat Karangasem, telah berhasil meraih predikat II se Indonesia pada tes Matematika yang diselenggarakan oleh Yayasan Suken Jepang, dan siswa bersangkutan diberi Bea siswa untuk melanjutkan Studi ke jepang. Demikian pula siswa-siswa lainnya berhasil berlaga mewakili Bali dalam Olimpiade Sains sampai ke tingkat Nasional.

Pada tanggal 9 april 2002 digantilah Drs I Made Puri Swastika oleh Drs I Ketut Jelantik sebagai Kepala SMA Negeri 2 Amlapura yang ke V. Tidak berselang lama pada  tanggal 15 januari 2003 diangkat Drs. A.A Gede Raka Suarka menjadi Kepala SMAN 2 Amlapura yang ke VI. Para wakasek yang membantu kerja Kepala sekolah adalah  :

Wakasek Kurikulum : Drs. I Nengah Miyasa, dibantu oleh Drs. I Nengah Sueca.

Wakasek Kesiswaan : Drs. I Nyoman Sutama ,dibantu oleh Drs. I Nyoman Ngadeg

Wakasek Humas         :            Drs I Putu Astika, dibantu oleh Bambang Purwono, SPd

Wakasek Sarana          :            Ni Nengah Suati, SPd, dibantu oleh I Wayan Suanta, SPd.

Pada tahun 2006 diadakan pemilihan kembali para wakasek, ada pergantian beberapa staf wakasek diantaranya yang diganti adalah wakasek Humas diganti oleh Drs. I Komang Oka dan asisten kurikulum diganti oleh I Nengah Oka, SPd.

Pada Bulan Januari 2009, kembali terjadi pergantian Kepala Sekolah, kini Drs. I Gede Ariyasa, M.Pd diangkat sebagai Kepala SMA Negeri 2 Amlapura yang ke VII menggantikan Drs. A.A. Gede Raka Suarka.

Seiring dengan Pergantian Kepala sekolah ini, kembali diadakan pemilihan para wakasek untuk membantu kerja kepala sekolah, adapun para wakasek yang terpilih untuk periode 2009/2013 adalah :

Wakasek Kurikulum   :            Drs. I Nengah Miyasa, dibantu oleh I Nyoman Pasek, S.Pd.

Wakasek Kesiswaan    :            Drs. I Nyoman Sutama ,dibantu oleh I Gst. Md Wedagama, S.Pd

Wakasek Sarana     :    I Wayan Suanta, SPd, dibantu oleh Drs. I Made Sumadra

Wakasek Humas     :                Drs I Putu Astika, dibantu oleh Drs. I Made Jingga

Banyak orang mengkhawatirkan akan bangkitnya SMA Negeri 2 amlapura, tetapi berkat kerjasama dan keuletan semua komponen sekolah akhirnya dapat mengatasi kekhawatiran masyarakat, terbukti dengan kembali mendulang prestasi di berbagai bidang akademik maupun non akademik. Berawal dari terpilihnya siswi bernama Luh Sudarwati   sebagai peserta paskibraka putri utusan Bali ke Jakarta( 2003). Menyusul tahun 2005 siswi bernama Luh Pt Ari Susantini, tahun 2007 siswa bernama Putu Irfan menjadi utusan Bali Paskibraka Jakarta. Beberapa siswa kembali berhasil mengukir prestasi dalam Olimpiade pelajaran, siswa berprestasi/teladan setiap tahun dapat diraih dan banyak lagi prestasi lainnya.

Dalam pengelolaan kebersihan dan taman sekolah, melakukan perbaikan-perbaikan taman  yang telah tertata sebelumnya. Halaman sekolah lebih tertata  dengan indah dan bersih apalagi sudah ditambah bangunan Sakaenem, Sakaempat yang mengapit monumen wawasan wiyata mandala, Taman 7 pancuran bidadari, Taman Telaga suci di sudut barat daya,  menambah indah halaman. Pada akhir tahun 2006 terjadi prahara yaitu Angin Puting Beliung yang merobohkan Bale sakaenem yang baru saja kelar dibangun beberapa bulan yang lalu.

Pemeliharaan tanaman pohon dan penambahan pohon-pohon baru menambah keanekaragaman hayati dan kerindangan sekolah. Sehingga berhasil meraih juara III lomba UKS se Bali tahun 2007 dan Juara II Lomba kerindangan pada tahun sama. Hampir bersamaan dengan keberhasilan mendapat juara, terjadi prahara lagi, banyak siswa yang mengalami kesurupan ( kesurupan masal).

Diawal berdirinya SMA Negeri 2 Amlapura sekitar tahun 1983, Kondisinya sangat  gersang,  topografi halaman  sekolah adalah sangat  tidak rata, ada yang rendah dan tinggi sehingga diperlukan material yang banyak untuk membuat permukaan rata. Permukaan  yang rendah terpaksa dijadikan kolam untuk memelihara ikan hias. Ada 5 kolam yang terbentuk dengan sumber airnya dari sungai kecil  dan 4 kolam yang lain, airnya berasal dari sungai yang lebih besar.

Ditengah- tengah areal SMA Negeri 2 Amlapura terbentang 2 sungai yang airnya masih difungsikan untuk  mengairi sawah di hilir, satunya berukuran lebih besar dari yang lainnya. Hal ini juga menyebabkan areal menjadi lebih sempit dan susah untuk menata baik untuk bangunan dan halaman sekolah. Dengan keberadaan sungai yang masih aktif ini,dapat berperanan positif untuk pengelolaan lingkungan, karena merupakan sumber air yang dapat dipakai menyiram tanaman dan halaman sekolah yang gersang, sehingga kondisi yang gersang dan tandus akan menjadi lebih sejuk dan rindang, bahkan dapat dipakai untuk sumber air kolam ikan  hias yang ada di halaman sekolah. Dari tahun ke tahun terus dilakukan pembenahan lingkungan

Kondisi lingkungan sekolah sekarang berbeda sekali dengan kondisi sebelumnya, halaman sekolah yang tertata rapi dan indah seperti taman hotel. Pada tahun 2005 dibuat  taman pancuran bidadari yang sebelumnya tempat ini sangat kumuh. Menyusul pembuatan 2 bangunan Sakaempat dan Sakaenem (2006),  Monumen Wiyata Mandala (2007). Penanaman tanaman hias dan pohon perindang sehingga   keraneka ragaman hayati kian bertambah, lebih dari 100 spesies tanaman  yang ada saat ini  baik tanaman semak, perdu, pohon, maupun tanaman yang hidup di air. Tanaman tersebut ada yang ditanam untuk Hutan sekolah, tanaman Toga, tanaman hias untuk taman sekolah maupun tanaman pohon untuk perindang.

Bangunan fisik seperti ruang belajar berjumlah 18 ruang  dengan kondisi bangunan masih baik dengan  status sekolah bertipe B. Jumlah Ruang Lab dan Sanggar IPA 4 buah, ruang sanggar Tari 1 buah, ruang Lab Komputer 1 buah. Dan 1  Ruang Perpustakaan.  Demikian pula didukung oleh bangunan lain seperti Ruang Tata Usaha, Ruang Guru dan Ruang BK, Ruang Koperasi, Kantin, Ruang PKS, Ruang OSIS, Ruang UKS, Ruang serba guna, Gudang dan WC.  Dilengkapi dengan sarana ibadah antara lain Padmasana  tempat ibadah umat hindu dan ruang Mushola untuk umat islam. Sarana olah raga berupa lapangan terpadu baik Basket, Volly ball dan Tenis lapangan dll. Bangunan pendukung lainnya adalah bangunan Bale sakaenem, 2 buah bale sakaempat mengapit Monumen Wiyata Mandala .Pada akhir tahun 2006 mengalami musibah angin puting bliung yang merobohkan bangunan sakaenem, dan baru bisa diperbaiki pada tahun 2007, bersamaan dengan  dibangunnya ruangan terbuka atau Aula yang sumber dananya dari Pemda Kabupaten Karangasem.           Untuk menjaga keamanan sekolah, Dibuat tembok keliling dari Batako dan terdapat dua pintu gerbang yaitu gerbang lama terletak di sebelah dalam dan gerbang yang baru terletak paling luar, dibuat tahun 2008. Pada tahun yang sama telah dibuat taman Telaga Suci yang dulunya tempat ini sangat angker dan kumuh, sekarang menjadi latar yang sangat indah

Perbandingan antara luas bangunan dengan ruang yang terbuka hampir memadai,yaitu dengan perbandingan kira-kira 1 : 5, sehingga setiap saat udara terasa  sejuk. Hal ini dirasakan oleh segenap komponen sekolah ataupun tamu yang datang berkunjung ke SMA Negeri 2 Amlapura.

Kesuksesan SMA Negeri 2 Amlapura berlanjut pada kepemimpinan Drs. I Gede Ariyasa, M.Pd. Kepemimpinan beliau dimulai pada tahun 2009 dengan membawa perubahan yang sangat signifikan kepada Sekolah. Berkat perjuangan dari seluruh komponen sekolah maka pada tanggal 24 Juni 2009 SMA Negeri 2 Amlapura ditetapkan sebagai salah satu Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional ( RSBI) melalui Keputusan Direktur PSMA Nomor: 1823/C.C4/LL/2009.

Penetapan ini membuat SMA Negeri 2 Amlapura berbenah secara lebih serius. Pemenuhan 8 Standar Nasional pendidikan ( SNP) yang diamanatkan oleh Undang-Undang Sisdiknas menjadi target utama program-program sekolah. Pemenuhan standar sarana dan prasarana pembelajaran menjadi menu pertama yang digarap. Setengah dari jumlah Ruang Belajar dilengkapi dengan Proyektor, pengadaan internet, serta pembangunan gedung fasilitas siswa.

Dalam masa kepemimpinan Drs. I Gede Ariyasa, M.Pd itu pula diluncurkan website sekolah ini, kemudian diluncurkan juga SIMPAS ( Sistem Informasi Sekolah berbasis Program Aplikasi Sekolah) yang merupakan unggulan di sekolah ini. Tahun 2009 juga, SMA Negeri 2 Amlapura ditetapkan sebagai salah satu cluster PAS di Indonesia yang ditugaskan untuk mengimbaskan PAS di Bali Timur dan Nusa Tenggara. Sungguh merupakan sebuah kebanggan tersendiri bagi sekolah yang belum genap berusia 30 tahun.

Tampuk pimpinan kemudian beralih ke Drs. I Gede Jabang, setelah Drs. I Gede Ariyasa, M.Pd dipromosikan menjadi Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kab. Karangasem. Serah terima dilaksanakan pada tanggal 2 Maret 2011 dan hati itu merupakan hari yang sangat bersejarah bagi SMAN 2 Amlapura karena memiliki Kepala Sekolah baru. Sekolah sangat berharap dengan dukungan dari semua keluarga besar SMAN 2 Amlapura, maka sekolah RSBI di Karngasem ini akan mampu lebih baik dimasa yang akan datang. Astungkara.